8 Manusia ini Jarang Bicara, Tapi Lucunya Sedunia

on Kamis, 28 Maret 2013


Ini adalah Komedian Pendiam (Silent Comedians):
1.Charlie Chaplin
Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.

Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.

Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter "The Tramp", seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.

2.Joseph Frank Keaton
Buster Keaton (lahir Joseph Frank Keaton, 4 Oktober 1895-1 Februari 1966) merupakan seorang aktor dan sutradara berkebangsaan Amerika Serikat. Dia dilahirkan di Piqua, Kansas. Dia mulai berkarier di dunia film sejak tahun 1917. Keaton meninggal dunia pada tahun 1966 karena kanker.
3.Harold Lloyd
Harold Clayton Lloyd, Sr. (lahir di Burchard, Nebraska, 20 April 1893 – meninggal di Beverly Hills, 8 Maret 1971 pada umur 77 tahun) adalah seorang aktor film dan produser film Amerika Serikat, terkenal setelah membintangi film komedi bisu.

Bersama-sama Charlie Chaplin dan Buster Keaton, Harold Lloyd termasuk salah satu dari komedian paling berpengaruh dan paling populer dari era film bisu. Lloyd membuat hampir sekitar 200 film komedi,[3] bisu dan bersuara, antara tahun 1914 dan 1947. Dalam film, ia sering memerankan tokoh berkaca mata, pandai, dan mencari kesuksesan, sesuai dengan keadaan Amerika Serikat era tahun 1920-an.

Film-filmnya sering berisi adegan tegang, seperti adegan kejar-kejaran mobil, dan atraksi berbahaya yang membuatnya masih diingat sekarang ini. Lloyd melakukan sendiri adegan bergantungan pada jarum jam dalam adegan film Safety Last! (1923). Lloyd banyak melakukan atraksi berbahaya tanpa peran pengganti dan jaring pengaman,meski sudah mencederai diri sendiri pada Agustus 1919 ketika membuat film publisitas untuk studio Roach. 
Ia menyalakan sebatang rokok dengan bom properti film yang ternyata adalah bahan peledak sebenarnya. Peristiwa itu menyebabkannya kehilangan ibu jari dan telunjuk tangan kanan.Kecacatan itu ditutupinya pada film dengan sarung tangan prostesis. Meskipun demikian, Llyod selalu memasukkan tangan itu ke dalam saku dan menghindarinya dari dari sorotan kamera.

Sepanjang hidupnya, Lloyd menghasilkan kira-kira AS$15,7 juta, menjadikannya "salah satu dari sepuluh artis penghibur terkaya di dunia." Meskipun banyak dari film-filmnya yang masih selamat, sebagian besar dari film karya Lloyd musnah dalam kebakaran tahun 1943 di rumah besar berkamar 44 miliknya di Greenacres, California.
4.Harry Langdon
Lowa, 15 Juni 1884
5.Arbuckle
Kansas, 24 Maret 1887
6.Charley Chase
Maryland, 20 Oktober 1893
7.Laurel & Hardy
Laurel : Ulverston, 16 Juni 1890
Hardy : Harlem (Georgia), 18 Januari 1892
8.Mr.Bean (Rowan Atkinson)
Mr. Bean adalah serial komedi televisi dari Amerika Serikat yang dibintangi oleh Rowan Atkinson. Program ini diproduksi oleh Tiger Television, yang kemudian berganti nama menjadi Tiger Aspect (perusahaan di mana Atkinson menanam sahamnya), untuk Thames Television dan awalnya hanya disiarkan di ITV. Di Amerika Serikat, acara ini sering disiarkan oleh PBS selama beberapa tahun dan sekarang telah tersedia dalam bentuk DVD.

Serial Mr.Bean pernah ditayangkan Indonesia di stasiun SCTV pada pertengahan 1990-An dan TransTV pada pertengahan 2000-an.

Dalam serial ini Atkinson berperan menjadi seorang lelaki lucu, egois, dan banyak akal yang sering menghadapi situasi konyol karena ulah dan perbuatannya.

Dalam kesehariannya, Mr.Bean mengendarai sebuah Mini Cooper (pada episode awal berwarna jingga keluaran tahun 1969, tetapi lama kelamaan berganti menjadi keluaran 1977 dengan warna hijau jeruk nipis dan kap mesin berwarna hitam.

Humor dalam acara ini lebih bersifat fisikal (lawan dari verbal). Karakter utama jarang berbicara atau bahkan tidak berbicara sama sekali dalam sebagian besar episode. Acara ini mempertunjukkan bagaimana Mr. Bean berusaha melakukan kegiatan sederhana, seperti pergi berenang, mendekorasi apartemennya, atau mengerjakan ujian. Salah satu aksi Mr. Bean, yang konon paling disukai oleh penggemarnya, adalah ketika kepalanya terjepit di dalam seekor kalkun raksasa ketika ia berusaha membumbuinya. Kelucuan biasanya muncul ketika ia menerapkan solusinya sendiri terhadap berbagai masalah tanpa menghiraukan orang lain.

Mr. Bean adalah satu-satunya karakter yang berarti dalam acara ini (selain Teddy, beruang teddy kesayangannya) sedangkan karakter lain hanyalah sebagai pembanding terhadap berbagai keanehan yang dilakukannya. Selain Mr. Bean, hanya ada 2 pemeran pembantu yang muncul berulang; Irma Gobb, kekasihnya (diperankan oleh Matilda Ziegler) dan sebuah mobil roda tiga Reliant Regal Supervan warna biru muda (bila dapat dianggap sebagai karakter karena pengemudinya selalu anonim). Kadang kala, Angus Deayton, salah seorang penulis naskah acara ini, muncul dalam acara ini sebagai karakter tambahan dengan peran tidak tetap.

Adegan pembuka acara ini (digunakan mulai dari episode kedua dan seterusnya) menggambarkan Mr. Bean jatuh dari langit dalam sinaran cahaya. Banyak teori mengenai arti dari adegan ini, mulai dari kemungkinan Mr. Bean adalah alien, malaikat yang dikirim ke dunia, atau manusia yang telah mengalami penculikan oleh alien (abduction) yang kemudian mengalami berbagai kejadian aneh. 
Tetapi para produser serial ini berpendapat bahwa adegan tersebut bermaksud menunjukkan bahwa Mr. Bean adalah manusia biasa yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian (tetapi serial animasinya memberikan artian yang lebih jelas). Apapun arti dari adegan itu, yang jelas Mr. Bean adalah karakter yang tampak sendirian di dunia, kekanakan, dan kadang terlihat tidak memahami aspek-aspek dasar yang bekerja di dunia.

0 komentar:

Posting Komentar